Puisi


Di halaman ini kita bisa sharin berbagai puisi.mau tau buktinya?
Cekidoott dibawah ini

Kasih yang diabaikan

Kucoba tuk selalu mengejar cintamu
Tapi kau selalu berpaling muka dariku
Mengapa kau abaikan cintaku
Ku selalu berikan apa yang kau mau
Tapi apa balasmu?
Kau hanya memberikan raut wajah yang tak enak bagiku
Ku rela berkorban demi dirimu
Untukmu cintaku
Jangan kau sia sia kan kasih sayangku
Ku sudah tak punya kekuatan lagi untuk mengejarmu
Jangan kau abaikan cintaku
Duhai sayang ku

Kasih tak sampai

Aku hanya bisa tersenyum
Memandangi foto yang ada di depanku
Senyum yang begitu indah
Yang mampu menyejukkan jiwa ini
Aku hanya bisa memandangmu
Lewat bingkai foto yang mulai rapuh
T'lah lama aku mengagumimu
Hingga foto itu mulai terlihat kusam
Mulai buram di makan usia
Kau takkan pernah tahu
Seberapa lama aku mengagumimu
Mengagumi paras indahmu
Secantik hati yang kau miliki
Telah lama kupendam rasa ini
Rasa yang tak pernah lekang oleh waktu
Tapi aku tetap tak mampu ungkapkan
Apa yang aku rasakan padamu
Kini akupun tak pernah tahu kau ada di mana
Rasa rindu ini semakin menggebu-gebu
Hanya foto ini yang menemaniku setiap waktu
Tak pernah bosan aku memandanginya

Kusadari,,,,aku tak mungkin memilikimu
Karena kau begitu sempurna untukku
Aku hanya bisa mengagumimu
Dalam angan dan mimpiku,,,


By:semar bejo


DALAM CINTA
14 May 2013 at 17:57

Aku sadar, bahkan teramat sadar
Ketika ada rasa yang mengalir hebat
Dan menyusup diam-diam hingga ke relung kalbu
Bahkan dalam diam aku menikmatinya
mendengar detak jantungku sendiri
merasakan nafasku berhembus tak karuan
aku meracau sendiri
sendiri ku merasakannya

lalu ku tuliskan perasaan itu pada lembaran-lembaran kertas
ku rangkai kata-kata sederhana
aku berbicara padaNya lewat doa
ku simpan pada lembaran buku harianku

"Ya Allah, aku merasakannya lagi. Hatiku bergetar lagi. Aku malu lagi. Aku tahu ini Cinta. Lalu, apakah aku akan kecewa lagi? Sebab aku sadar bagaimana caraku mencintai, Ya Allah. Aku tak berani memulainya. Aku tak berani mendekatinya. Tapi, Ya Allah. Tapi, kali ini beda. Rasa ini sangat berbeda. Aku tak terlalu ingin memilikinya, namun bukan berarti aku tak berharap memilikinya. Lebih dari itu, aku belajar menjadi wanita sholehah. Karena aku tahu, seperti apa dia. Rasanya dia terlalu baik untukku. Tapi, jika Engkau perkenankan ia untukku, mengapa tidak ya khan, Ya Rabb. Bukankah, Engkau Maha Kuasa. Bukankah Engkau Maha Cinta?
Ya Allah, pada awalnya, karenanya-lah aku berusaha memperbaiki diri. Sekedar berharap ia melirikku sebagai wanita sholeha. Namun, seiring perjalanan waktu ini aku sadar, niatku itu lebih buruk dari orang-orang yang tak bertaubat. Bukankah seperti itu, Ya Allah? Maka, aku sangat malu.
Ya Allah, aku malu. Aku mencintainya melebihi cintaku padaMu. Sementara Engkaulah yang mempertemukanku dengan jodohku. Bagaimana jika Engkau murka kepadaku? Seperti Engkau murka kepada para munafik? Aku tak ingin, Ya Allah. Aku malu.. malu Ya Allah.
Ya Allah, terimakasih telah menyadarkanku. Aku mempercayai semua janjimu.

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”

Maka, sejak hari itu aku melupakan keinginanku untuk bisa memilikinya. Aku hanya ingin memperbaiki diriku ini karenaMu. Biar Engkau saja yang memilihkannya untukku. "

inilah cinta yang sesungguhnya
ketika hati sudah mekar
tak selamanya bunga yang mekar bertahan lama
pastilah ia akan layu dan gugur juga
namun gugurnya kelopak-kelopak itu,
adalah awal dari tumbuhnya sesuatu yang lebih indah

maka, aku percaya
pilihan Rabb-ku adalah yang terbaik
hanya cinta ini yang mempertemukan dua titik dalam satu garis
cinta-Nya pada hamba-hambaNya lebih besar,
hingga ia berjanji dalam firmanNya An-Nur:26
bahkan jikapun aku berusaha sedemikian hebat untuk mencintai-Nya
tak ada satu caraku yang bisa melampaui caraNya mencintaiku
namun, Rabb-ku Maha Penyayang
Ia Rahman, Maha Pengasih
Ia Rahim, Maha Penyayang

"temukan aku dalam istikharahmu"

"aku mencarimu dalam istikharahku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar